Tangsel Tancap Gas! Rumah Pompa Baru dan Revitalisasi Kali Siap Atasi Banjir Maharta
Titikkata.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus tancap gas dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda Kompleks Perumahan Maharta, Pondok Aren. Melalui program pengendalian banjir terintegrasi, Pemkot Tangsel menargetkan solusi jangka pendek hingga menengah untuk mengatasi persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Tangsel, Robbi Cahyadi, menjelaskan bahwa sejak 2018 hingga 2023, revitalisasi Kali Serua telah dilakukan secara bertahap. Upaya ini mencakup peninggian turap menggunakan beton bertulang serta pelebaran badan sungai sekitar satu meter.
“Revitalisasi ini terbukti mengurangi frekuensi banjir, tapi dengan curah hujan yang makin ekstrem tiap tahunnya, tantangan baru terus muncul. Karena itu, kami terus menambah kapasitas daya tampung air sungai dan drainase,” ujar Robbi, Kamis (17/4/25).
Salah satu kendala utama, lanjutnya, adalah fenomena backwater—di mana tingginya muka air Sungai Serua menekan balik aliran air dari drainase pemukiman. Kapasitas sungai yang terbatas juga tak mampu menampung hujan berintensitas tinggi.
Masalah lain muncul dari infrastruktur pendukung yang belum ideal. Dari kebutuhan 15 rumah pompa, baru tersedia 8 unit. Sementara dari 15 pintu air yang ada, sebagian belum berfungsi optimal. Titik rawan lainnya ada di Jembatan Pasar Maharta yang menyempitkan aliran sungai, serta pendangkalan Kali Serua di sejumlah lokasi.
Langkah Percepatan 2025: Rumah Pompa, Pengerukan, dan Pembongkaran Jembatan
Menjawab kondisi tersebut, Pemkot Tangsel telah menyiapkan sederet langkah percepatan yang akan dieksekusi mulai 2025. Di antaranya:
- Pembangunan 3 unit rumah pompa melalui APBD murni
- Tambahan 6 unit rumah pompa lewat APBD Perubahan
- Perbaikan 15 pintu air
- Peninggian turap di Jalan Dr. Setiabudi
- Pengerukan Kali Serua
- Pembongkaran jembatan penyempit aliran di Jalan Delima (Pasar Maharta)
- Normalisasi kolam retensi dan penataan ulang saluran drainase lingkungan oleh Dinas Perkimta
Harapannya, dengan sederet langkah konkret yang disiapkan, Pemkot Tangsel tak lagi ingin banjir hanya ditanggulangi—tapi benar-benar diakhir
Pemkot juga menjalin koordinasi lintas wilayah dengan Pemkot Tangerang untuk normalisasi Kali Serua sebagai aliran sungai yang melintasi batas administratif.
“Kami butuh kolaborasi dari semua pihak, termasuk warga. Jaga kebersihan lingkungan, jangan buang sampah sembarangan, dan rutin bersihkan saluran air. Rumah pompa butuh dukungan lingkungan yang bersih agar bisa berfungsi optimal saat hujan deras,” tegas Robbi.
Solusi Jangka Menengah: Longstorage dan Kolaborasi dengan Pengembang
Kepala Bidang Sumber Daya Air, Eka Pribawa, menambahkan bahwa solusi jangka menengah juga tengah disiapkan. Yakni pembangunan longstorage, pembuatan polder skala kawasan, serta kerja sama dengan pengembang perumahan untuk membangun kolam tampungan air dan mengeruk kolam yang sudah ada.
“Tujuannya jelas: memperbaiki aliran sungai dan meminimalisir risiko banjir di Kompleks Maharta yang selama ini jadi langganan genangan,” jelas Eka.
Dengan strategi menyeluruh ini, Pemkot Tangsel berharap warga Maharta bisa segera terbebas dari ancaman banjir, serta merasakan manfaat nyata dari pembangunan infrastruktur pengendalian banjir yang sedang dan akan terus dikebut. (Ttk.kt01)
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS