Telan Triliunan Rupiah, Dari Mana Sumber Pembiayaan LRT
TitikKata.com-Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan jalur Light Rail Transit (LRT) rute Velodrome-Manggarai ditaksir menelan anggaran total mencapai Rp5,5 triliun. Dengan rincian Rp3.879.256.641.491,00 untuk pembangunan kontruksi seperti dikutip dari laman eproc.jakarta-propertindo.com pada pengumuman lelang bernomor 003/PENGUMUMAN/IV/2023 pertanggal 6 April, 2023 dengan judul lelang Pengadaan Jasa Konstruksi Proyek LRT Jakarta Fase 1B.
Dari keterangan sejumlah pihak, proyek tersebut didanai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Sebagaimana disampaikan Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Ismail, kepada TitikKata beberapa waktu lalu.
"Makanya dalam skema pendanaan itu sudah disampaikan akan dilakukan secara bertahap melalui pemberian PMD diantaranya yang sudah kemarin disepakati di PMD (Penyertaan Modal Daerah) tahun APBD 2023 dan nanti tahap keduanya di APBD perubahan dan tahap ketiganya adalah di APBD murni 2024," katanya.
Sayangnya, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Joko Agus Setyono ketika di konfirmasi perihal terkait, kepada TitikKata Gedung DPRD DKI, Rabu (12/7/2023) ia mengarahakan untuk mengkonfirmasi langsung pihak PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
"Coba tanyakan ke Jakpro. Jakpro aja," singkatnya.
Di kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati saat dikonfirmasi perihal dana LRT, ia mengakui dana tersebut berasal dari APBD.
"Itu kan memang bertahap pembiayaannya, jadi ada yang di 2023, di perubahan ada, di 2024 juga ada. Angkanya saya harus cek dulu. Nanti ke BP BUMD (Badan Pembinaan Usaha Milik Daerah) aja," ucap dia.
Sementara, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Haris Muhammadun mengatakan hal yang sama terkait pendanaan proyek LRT Fase 1 B sebagian besar menggunakan APBD DKI Jakarta.
Hanya saja, pendanaan proyek itu kata dia mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Nomor 21 Tahun 2022.
“Pendanaan sudah tidak ada masalah karena sudah ada Kepgub yang melakukan alokasi pendanaan tersebut. Tentunya, dasarnya ada Permenko bidang perekonomian Nomor 21 tahun 2022. Disitu ada perubahan atas PSN (Proyek Strategis Nasional) dan untuk LRT Fase 1B yang ke Manggarai itu sudah ada di dalam Permenko tersebut. Berdasarkan Kepgub tersebut sudah ada alokasi yang dari APBD, tentunya APBD yang paling besar porsinya”, ujarnya.
Hal tersebut tampak terkesan janggal. Muncul pertanyaan, jika menggunakan APBD, kenapa lelang proyek itu dilakukan oleh Jakpro.Padahal Jakpro merupakan Badan Usaha Miik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, yang mana BUMD bukan merupakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Di sisi lain, Jakpro sendiri memiliki modal melalui penyertaan modal daerah sebesar Rp30 triliun seperti tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2018 tentang Perseroan Terbatas Jakarta Propertindo (Perseroan Daerah).
Meski, saat ini Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) PT. Jakpro tengah direvisi, namun salah satu muatan Raperda itu hanya memasukan penambahan penyertaan modal daerah berupa tanah dengan total aset senilai Rp5.959.232.000.000,00.
Jika melihat Perda Nomor 5 Tahun 2022 tentang APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2023, alokasi anggaran pengeluaran pembiayaan penyertaan modal daerah sebesar Rp7.209.033.693.138,00 tidak menyebut secara jelas peruntukkannya.
Dilain sisi, Direktur Eksekutif Indonesia for Transparancy and Akuntability (Infra), Agus Chaerudin membantah dana LRT 100 persen dari APBD.
"Terkait dengan statement atau Ketua Komisi B saudara Ismail yang menyatakan pembangunan LRT 100 persen dari APBD perlu anda belajar kembali di sejak era Ahok, bahwa LRT itu kewajiban pengembang. Sejarah LRT, itu berawal dari monorel DKI, dimana rencana pembangunan monorel itu bersumber dari dana hibah Jepang. Jadi tidak dari APBD," ucap dia saat di temui di Tebet, Jumat (14/7/2023).
Hingga informasi ini disampaikan, TitikKata masih terus manggali informasi lebih lanjut dengan terus mengkonfirmasi pihak2 terkait.
Simak Video: In House Training, Tingkatkan Kompetensi Guru SMAN 2 Tangsel Hadapi Kurikulum Merdeka
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS
