Sungai Ciujung Kabupaten Serang Tak Lagi Bisa Diandalkan, Tercemar dan Hitam Pekat
TitikKata.com-Sungai Ciujung terletak di bagian timur wilayah Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Airnya mengalir mulai dari wilayah Selatan di Kecamatan Tunjung Tedja hingga ke bagian Utara di Kecamatan Tirtayasa, sejauh kurang lebih 39 kilometer.
Beberapa hari lalu, di wilayah hilir tepatnya di wilayah Desa Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa, air sungai yang biasanya kehijau-hijauan atau kecokelatan, berubah warna menjadi hitam pekat disertai bercak-bercak menyerupai cairan minyak.
Berdasarkan hal itu, guna mengetahui penyebabnya, TitikKata pada Rabu (6/9/2023) melakukan penelusuran di sepanjang aliran sungai Ciujung, dari Utara menuju ke arah Selatan.
Dengan menggunakan perahu nelayan bermesin diesel, penelusuran dimulai dari Desa Tengkurak hingga Desa Laban di Kecamatan Tirtayasa. Pada titik awal itu, kondisi air terlihat berwarna hitam, tampak pula bercak seperti cairan minyak pada permukaan, serta buih-buih di tepian sungai.
Kemudian, perahu melaju melawan arus aliran sungai. Kondisi air Sungai Ciujung sama seperti di lokasi sebelumnya, ketika perahu memasuki di wilayah Desa Bangkir, Kecamatan Tirtayasa hingga Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang. Namun, kali ini ditambah dengan terciumnya aroma tak sedap.
Hingga akhirnya sampai di wilayah Kecamatan Carenang, perahu tak mampu lagi melaju oleh sebab baling-baling kapal tak mampu berputar di perairan yang dangkal, perahu harus memutar haluan kembali ke dermaga untuk bersandar.
Kemudian, esok harinya pada Kamis, (7/9/2023) dari titik terakhir penelusuran lewat jalur aliran sungai, tim TitikKata melanjutkan penelusuran dengan berjalan kaki menyusuri bantaran sungai hingga sampai di wilayah Desa Tegal Maja, Kecamatan Kragilan.
Dimana di lokasi itu terlihat ada sebuah saluran air yang berasal dari suatu tempat, di aliri air berwarna hitam. Aliran air dari saluran itu, mengarah dan bertemu dengan aliran sungai Ciujung dari arah hulu, yang warnanya keruh kehijau-hijauan.
Sayangnya, karena keterbatasan, tim TitikKata, hingga saat ini belum dapat dipastikan, asal muasal air saluran tersebut.
Disisi lain, dapat dipastikan menghitamnya air sungai Ciujung, tampak berimbas bagi kehidupan masyarakat sekitar. Seperti yang dialami, Ubed Bedug, salah seorang nelayan tambak di Desa Tengkurak.
"Kalau sekarang itu sangat merugikan hasil petani tambak akibat tercemarnya sungai ciujung dari limbah perusahaan. Kalau dulu itu waktu saya masih kecil bapak saya itu petani tambak sangat lumayan penghasilannya bisa mesantrenin anak, bisa menyekolahkan anak pendidikan setinggi-tingginya, tapi sekarang penghasilannya minim buat ngasih makan 5 anak ajah tidak cukup apalagi untuk biaya pendidikan anak," katanya.
Sebelumnya, seorang warga Desa Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa bernama Saiman, ditemui TitikKata Selasa (5/9/2023), mengatakan, bahwa kondisi sungai berwarna hitam sudah tiga bulan belakangan terjadi.
"Sungai ciujung sudah tiga bulan tercemar limbah biasa setiap tahun seperti ini ikan pada mati pokonya orang kampung orang gak mampu makan ikan dari kali itu susah. Dulu mah tahun itu lebah enak cari ikan dari sungai itu buat makan setiap hari itu. Sekarang mah gak bisa. Akibat sungai tercemar sungai nya terganggu ke pertambakan dan pertanian orang padi juga pada mati akibat disiram pakai sungai ini empang juga pada bangkrut udang pada mati," tuturnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS