Warga Cilegon Keluhkan Kenaikan Harga Beras
TitikKata.com-Melonjaknya harga sejumlah komoditi, salah satunya beras menjelang pelaksanaan pemilihan presiden 14 Februari 2024 dikeluhkan oleh masyarakat Kota Cilegon.
Hal tersebut diakui Tomy, pedagang Sembilan bahan pokok (Sembako) di Pasar Kranggot yang menyebut sejak awal 2024 terus mengalamai kenaikan.
"Iya lagi naik (harga beras). Naiknya Rp500 per kilo. Paling tinggi Rp17.000, paling rendah Rp15.000. Kualitas ini standar," ucapnya di Pasar Kranggot, Kota Cilegon. Selasa, (6/2/2024).
Tomy juga menyebut kenaikan harga beras karena faktor cuaca dan menjelang Ramadhan yang jatuh pada Maret 2024 mendatang.
"Karena faktor belum ada yang panen bisa jadi, musim (cuaca) bisa jadi, (jelang Pemilu 2024 dan Ramadhan) bisa jadi. Mudah-mudahan ajah bisa stabil lagi harga beras," harapnya.
Senada dengan itu, Muri, warga Cibeber, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, mengeluhkan tingginya harga beras.
"Penggennya Sembako itu beras, segala macam itu turun. Jadi biar enggak susah masayarakat. Sekarang kan bumbu-bumbu mahal, apalagi ayam, beras. Kalau buat masyarakat kecil itu kayaknya gimana gitu," katanya.
Muri juga berharap, Pemkot Cilegon bisa menurunkan harga Sembako, khususnya beras.
"Harapannya dimurahin lah segala macamnya, bahan pokok, makan-makanan spa gitu. Iya biar stabil, biar masyarakat kecil itu enak mau beli apa-apanya. Soalnya kan pekerjaannya cuma IRT," pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS