156 Ribu Warga Banten Miskin Ekstrem, Terbanyak dari Kabupaten Tangerang
TitikKata.com - Kemiskinan ekstrem di wilayah Provinsi Banten, tahun 2022 mencapai 156 ribu jiwa. Jumlah kemiskinan paling banyak didapat dari wilayah Kabupaten Tangerang.
"Kemiskinan ekstrem kita 156.000, target 2024 nasional harus nol persen," ucap Kepala Bappeda Provinsi Banten, Mahdani, di KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (15/2/2023).
Berdasarkan data miliknya, angka kemiskinan ekstrem paling besar berada di wilayah Kabupaten Tangerang, meski secara prosentase jumlah penduduk tingkat kemiskinan paling tinggi disumbang dari wilayah Pandeglang.
Sayangnya Mahdani, enggan merinci jumlah dan prosentase kemiskinan dari delapan wilayah kota/Kabupaten di Provinsi Banten tahun 2022 lalu.
"Kalau melihat prosentase Pandeglang, tapi jumlah orang kan lebih banyak di Kabupaten Tangerang," tegas dia.
Untuk menekan kemiskinan ekstrem, pihaknya akan melakukan serangkaian langkah diantaranya dengan melakukan pemetaan warga miskin melalui pendataan by name by addres yang dilakukan sampai ke tingkat desa dan kelurahan di Banten.
Selain tingkat kemiskinan parah, Provinsi Banten, juga masih memiliki tingka kasus kurang gizi atau stunting yang cukup tinggi. Saat ini, kata dia, kasus stunting di Banten, mencapai 20 persen atau sekitar 34 ribu orang. Artinya harus ditekan 14 persen hingga tahun 2024.
"Bappeda sedang mengolah data by name by address per desa dan kelurahan ini sudah ada di kecamatan, di Desa A berapa stunting, berapa yang kemiskinan ekstrem, bisa saja anak stunting ini merupakan anak dari keluarga dengan kemiskinan ekstrem. Karena penangananya hampir sama, nah sedang diolah datanya," terangnya.
Dia mengungkapkan, penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting di Banten, saat ini melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Dia memastikan semua OPD saat ini diarahkan fokus membuat program untuk menekan kasus kemiskinan ekstrem.
"Insyaallah tahun ini lebih siap dari tahun kemarin dan tahun depan juga saya sudah arahkan ke OPD-OPD agar fokus stunting, kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan dan inflasi ini sesuai tupoksi," tandasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS