Loading...

Adik Wakil Gubernur Banten Jadi Kepala Bapenda, Pengamat Sebut Cerminan Nepotisme di Pemerintahan

Adik Wakil Gubernur Banten Jadi Kepala Bapenda, Pengamat Sebut Cerminan Nepotisme di Pemerintahan
Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah. Foto: Istimewa
Reporter: Jejen | Editor: Lani

Titikkata.com - Pengangkatan Raden Berly Rizki Natakusumah, adik kandung Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten menuai kritik tajam.

Langkah tersebut dinilai sejumlah pihak sebagai bentuk legalisasi praktik nepotisme di tubuh pemerintahan daerah.

Pandangan itu disampaikan pengamat politik dan pemerintahan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Ahmad Sururi, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Rabu (5/11/2025).

“Pengangkatan adik Dimyati menjadi Kepala Bapenda Banten ini menarik perhatian publik. Walau sah secara regulatif, publik wajar mempertanyakan netralitas birokrasi dan prinsip meritokrasi. Harus ada penjelasan yang transparan agar tidak timbul persepsi nepotisme di tubuh pemerintahan,” ujar Sururi.

Menurut Sururi, praktik semacam ini berpotensi membuka ruang bagi kepentingan keluarga atau kelompok tertentu dalam menentukan jabatan strategis di pemerintahan.

Ia menilai, keberadaan hubungan keluarga antara pejabat publik bisa menimbulkan konflik kepentingan dan mengikis kepercayaan masyarakat.

Karena itu, Sururi mendesak pasangan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah untuk menjelaskan secara terbuka kualifikasi serta rekam jejak profesional pejabat yang dilantik menduduki posisi penting tersebut.

“Jika visi Banten bebas korupsi benar-benar ingin diwujudkan, maka pejabat publik harus berintegritas dan kompeten, bukan karena kedekatan keluarga atau patronase politik,” tegasnya.

Dimyati Natakusumah Bantah Tuduhan Nepotisme

Menanggapi kritik tersebut, Dimyati Natakusumah membantah adanya praktik nepotisme dalam pengangkatan adiknya sebagai Kepala Bapenda.

Ia menegaskan, posisi tersebut diperoleh secara profesional, dan dirinya tidak akan mentolerir pelanggaran apa pun.

“Kalau dia nggak bener, copot saja. Saya ingin dia bekerja maksimal, jangan sampai memalukan,” ujar Dimyati.

Mantan Bupati Pandeglang itu juga menegaskan bahwa dirinya tidak segan mengambil tindakan tegas jika adiknya terlibat penyimpangan, terutama kasus korupsi.

“Adek saya itu justru beban berat buat saya. Saya sudah ingatkan: jangan main-main, jangan korupsi, jangan sampai pendapatan daerah tidak tercapai. Dia harus berinovasi,” katanya.

Berly Siapkan Strategi Tingkatkan Pendapatan Daerah

Sementara itu, Kepala Bapenda Banten yang baru dilantik, Berly Rizki Natakusumah, menyatakan siap bekerja maksimal dan berkomitmen memperkuat pendapatan daerah melalui kebijakan inovatif.

“Kami akan merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan potensi pendapatan daerah, tidak hanya dari sumber yang ada, tapi juga membuka potensi baru,” terang Berly.

Ia optimistis, dengan kolaborasi lintas sektor, realisasi target pendapatan daerah bisa tercapai sesuai harapan.

“Kalau kita berusaha bersama-sama, insyaallah hasilnya akan maksimal,” pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait