Bahas Sampah di Jalur Pantai Pandeglang, Mahasiswa Temui Dewan dan DLH Kabupaten Pandeglang
TitikKata.com-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan audiensi dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang di gedung DPRD Pandeglang, Jalan Pendidikan, Pandeglang, Rabu (31/5/2023).
Kelompok mahasiswa itu, menyoroti keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dalam penanganan persoalan sampah. Terutama, sampah yang berada di Pantai Teluk, Desa Teluk, Kecamatan Labuan.
Ketua Umum HMI Cabang Pandeglang, Entis Sumantri mengungkapkan selain di Pantai Teluk, sampah di beberapa wilayah juga belum tertangani seluruhnya oleh Pemkab Pandeglang.
"Terkait penumpukan kasus sampah di pesisir pantai teluk, Labuan itu bukan hal baru tapi itu klasik yang harus dientaskan oleh pemerintah daerah. Artinya jangan nunggu viral dulu, sehingga perlu ada pengelolaan yang baik" kata Entis.
"Kenapa engga diambil dan di kolaborasikan dengan pemerintah provinsi atau pusat untuk dianggarkan di Kabupaten Pandeglang dan di bentuk TPS3R. Tapi kita heran aja katanya selalu enggak ada anggaran, operasionalnya yang emggak ada, itu sebetulnya yang kami enggak tahu," tegasnya.
Sementara Wakil Komisi II DPRD Pandeglang Yadi Murodi mengatakan penanganan sampah di Pandeglang harus ditangani dari hulu ke hilir, hal itu setelah melihat kasus sampah di pantai Teluk. Diantaranya pemerintah harus terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat.
"Terkait support kita ke dinas terkait, mari mau seperti apa, nanti kekurangannya seperti apa, mari kita sama-sama. Karena sampah ini kan sesuatu yang menjijikan, tapi juga bisa menghasilkan uang jika dikelola dengan baik. Tapi bagaimana inisiasi dari DLH ini," kata Yadi.
"Ini juga harus dievaluasi kemanfaatannya agar sampah sampah ini tertangani bila perlu bekerjasama dengan perusahaan, agar sampah ini bisa menjadi sampah organik dan bisa bermanfaat,"ungkapnya.
Disisi lain, Kepala DLH Kabupaten Pandeglang, Ahmad Saepudin, merespon positif kritikan dari mahasiswa. Dirinya mengakui persoalan sampah di Pandeglang belum tertangani dengan baik, dari 35 kecamatan hanya 11 kecamatan tertangani karena keterbatasan armada dan faktor pendukung lainnya.
Pihaknya saat ini tengah memprioritaskan yang sangat dibutuhkan terlebih dulu seperti pengadaan armada. Untuk tahun ini, DLH Kabupaten Pandeglang akan mengajukan unit truk Amrol dan kontainer sampah. Karena dari 32 unit armada dan beberapa kontainer sampah yang dimiliki, saat ini kondisinya banyak juga yang sudah tidak layak.
"Kita belum terpenuhi semua kita belum bisa menempatkan kontainer di tempat penampungan sementara atau tempat strategis karena yang nempel di mobil pun kondisinya sangat rusak. Sehingga kita maklumi dengan keterbatasan anggaran ini," tandasnya.
Simak Video: Sebab Dua Periode Arief-Sachrudin Tak Bangun RSUD di Kota Tangerang Masih Jadi Tanda Tanya
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS
