Loading...

Cegah Banjir Terulang, Normalisasi Sungai Cirarab Ditarget Rampung Akhir Maret 2026

Cegah Banjir Terulang, Normalisasi Sungai Cirarab Ditarget Rampung Akhir Maret 2026
Normalisasi Sungai Cirarab. Foto: Istimewa
Reporter: Azzam | Editor: Lani

Titikkata.com - Pemprov Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menargetkan normalisasi Sungai Cirarab rampung pada akhir Maret mendatang.

Proses normalisasi melibatkan berbagai instansi dan lintas daerah setempat yang ada di Banten.

Kepala DPUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, mengatakan pihaknya mulai menormalisasi Cirarab sejak 3 Februari 2026.

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut rapat koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSC2) beserta sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda).

Arlan menjelaskan, dalam segmentasi Pemprov menangani sungai sepanjang 700 meter, dan sudah menurunkan satu unit alat berat untuk mendukung normalisasi Sungai Cirarab. 

"Segmen provinsi dengan panjang normalisasi yang ditangani sepanjang 700 meter dan saat ini segmen tersebut telah kami selesaikan. Kami juga membantu percepatan di segmen Kota Tangerang agar penanganannya lebih cepat," katanya. Kamis, (26/2/2026).

Secara keseluruhan, lanjut Arlan, normalisasi di Sungai Cirarab akan dilakukan sepanjang 4,85 kilometer.

Terdiri dari segmen Pemprov Banten sepanjang 700 meter, Pemkot Tangerang 550 meter, Pemkab Tangerang 2,4 kilometer dan BBWSC2 sepanjang 1,2 kilometer.

"Berdasarkan koordinasi dengan BBWSC2, kita targetkan normalisasi selesai di akhir Maret 2026, terlebih saat ini kondisi hujan mulai mereda jadi dapat lebih cepat. Normalisasinya dilakukan dari hulu hingga hilir," paparnya.

Dilokasi yang sama, Plt Kepala BBWSC2, Ahmad Viktor, mengatakan pihaknya turut menurunkan satu unit alat berat jenis long arm untuk melakukan normalisasi sepanjang 1,2 kilometer.

Meskipun kewenangan sungai ini ada di pihaknya, normalisasi dibantu lintas sektor secara kolaboratif. 

"Memang kewenangan Sungai Cirarab berada pada BBWSC2, namun atas kepedulian beliau saat banjir beberapa waktu lalu, penanganan bisa dilakukan secara kolaboratif," ujarnya.

Viktor menambahkan, kolaborasi normalisasi Sungai Cirarab diharapkan menjadi proyek percontohan untuk penanganan sungai lainnya di Indonesia.

Misalnya untuk penanganan Kali Angke dan sungai-sungai lain yang berpotensi menimbulkan banjir.

"Ini juga menunjukkan kepedulian pemerintah pusat dan daerah kepada masyarakat yang terdampak banjir, dan aksinya langsung dalam waktu singkat bisa kita lihat," pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait