DPRD Banten Desak Optimalisasi Pajak Air Permukaan dan Alat Berat
Titikkata.com - Anggota DPRD Banten, Iip Makmur mendesak, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mengejar dan memaksimalkan potensi pendapatan daerah dari sektor pajak lain seperti Pajak Air Permukaan (PAP) hingga Pajak Alat Berat (PAB).
Sebab, selama ini pendapatan dinilai masih terbelenggu oleh Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
“Jangan sampai terbelenggu oleh pajak kendaraan bermotor saja, saya berharap ke depan Bapenda jangan berkutat disitu, artinya harus mencari sektor sektor lain yang bisa menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Iip di gedung DPRD Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (18/5/2026).
Politisi PKS itu menganggap, kinerja Bapenda masih kurang kreatif dan inovatif dalam menggali serta meningkatkan PAD.
Padahal, kata dia, potensi di Banten cukup untuk mendongkrak pendapatan, termasuk pemanfaatan pajak tambang.
“Tentunya ini harus ada sinergi antara eksekutif dan legislatif didiskusikan secara maksimal, kira-kira apa yang bisa mendorong sektor lain menjadi PAD,” katanya.
“Kita ingin Provinsi juga pro aktif dengan potensi potensi yang ada terutama di lebak selatan ada tambang, mudah-mudahan nanti ada terobosan baru,” pungkasnya.
Diketahui, Realisasi penerimaan pajak daerah Pemerintah Provinsi Banten hingga April 2026, nampak masih rendah baru mencapai Rp1,3 triliun atau 20,47 persen dari target yang ditetapkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp6,8 triliun.
Berdasarkan data yang didapat, realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercatat baru Rp554,7 miliar atau 23,13 persen dari target Rp2,3 triliun.
Kemudian, realisasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Rp383,2 miliar atau 22,18 persen dari target Rp1,7 triliun.
Selanjutnya, Pajak Air Permukaan (PAP) baru terealisasi sebesar Rp12,3 miliar atau 27,24 persen dari target Rp45,2 miliar, lalu Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKN) terealisasi Rp439,2 miliar atau 28,12 persen dari target Rp1,5 triliun, Pajak Alat Berat (PAB) baru terealisasi Rp261 juta atau 13,05 persen dari target Rp2 miliar.
Sementara, opsen pajak MBLB baru tercapai Rp5,1 miliar atau 6,56 persen dari target Rp78,6 miliar.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS