Gempa Turki, Pemprov Banten Pastikan Tak Ada Warga Banten Jadi Korban
TitikKata.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, masih menunggu kelengkapan data pusat terkait data korban bencana gempa di Turki. Pihaknya juga belum memperoleh laporan pasti adanya warga Banten, yang menjadi korban dalam bencana yang menewaskan ribuan orang tersebut.
"Belum (terima laporan warga Banten jadi korban), kita menunggu rilis yang valid dari pemerintah," ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Nana Suryana, Kamis (9/2/2023).
Dia mengaku pihaknya saat ini masih menunggu data resmi dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait data WNI yang terdampak akibat gempa di Tukri.
"Kita sudah berkoordinasi dengan BNPB, nanti ada rilis dari Kemenlu misalnya WNI ada berapa korban dan asal daerah," ujar dia.
Dia memastikan Pemerintah Provinsi Banten, akan menanggung biaya penjemputan dan pengobatan bila ada warga Banten, yang terdampak.
"Nanti pemda provinsi siap disepakati sampai kepulangan ke asal masing-masing (daerah)," pungkasnya.
Diketahui, Gempa dengan magnitudo 7,8 mengguncang Turki pada Senin (6/2/2023) sekitar 04.14 waktu setempat.
Pusat gempa berada di derah Turki Selatan dengan kedalaman 11 km yang memicu tsunami setinggi 30 cm di Erdemli.
Dilansir dari laman menpan.go.id, Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal menyatakan jumlah WNI yang terkena dampak langsung per Senin (6/2) tercatat 10 orang.
Sebanyak empat diantaranya dirawat di rumah sakit, termasuk 1 orang di Kahramanmaras, dan 2 orang di Hatay, serta sisanya masih dalam upaya evakuasi.
Jumlah korban gempa Turki dan Suriah yang meninggal dunia mencapai 4.800 orang, namun Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan 20.000 orang yang menjadi korban.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS