Loading...

Heboh Dugaan Markup Belanja Kran, DPRD Tangsel Segera Panggil Dinkes

Heboh Dugaan Markup Belanja Kran, DPRD Tangsel  Segera Panggil Dinkes
Ilustrasi kran. Foto: Istimewa
Reporter: Redaksi | Editor: Lani

Titikkata.com - Belanja kran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel sebanyak 10 pcs senilai Rp5.150.400 yang menjadi catatan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Banten atas Laporan Keuangan Pemkot Tangsel tahun anggaran 2025 menjadi sorotan publik.

Menanggapai temuan tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel Ricky Yuanda Bastian akan segera memanggil Dinkes Kota Tangsel guna mendapatkan kejelasan mengenai belanja 10 kran senilai Rp5.150.400.

"Secara umum kita baru nerima informasi soal ini ya. Kita coba selidiki dan rencana kita panggil Dinas Kesehatan untuk minta penjelasan. Kan kita juga mesti mendengar dulu penjelasannya dari Dinkes," katanya kepada wartawan, Selasa, 7 Juli 2026.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendarlin Mahdaniar menyatakan akan mengecek informasi tersebut.

"Coba nanti aku cek dulu ya. Kalau di saya kan tampak di Dinkes, tapi apakah itu di rumah sakit atau dimana kan gitu, karena semua di kita. Nanti saya cek dulu ya," kata Allin saat dihubungi via sambungan telepon, Kamis (2/7/2026).

Sekadar perbandingan, di toko-toko bangunan di wilayah Tangsel pada umumnya, harga Kran sejenis dengan kualitas terbaik harga per pcs hanya tak lebih dari Rp200 ribu.

Atas temuan tersebut, BPK merekomendasikan Wali Kota Tangerang Selatan agar menginstruksikan, Sekretaris Daerah selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar lebih cermat dalam melakukan verifikasi RKA dan DPA/DPPA Perangkat Daerah; dan Kepala Perangkat Daerah terkait agar memedomani klasifikasi belanja dalam penyusunan RKA sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Tangsel pada Tahun 2025 menyajikan anggaran Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp1.799.884.989.714,41 dengan realisasi sebesar Rp1.635.020.326.949,00 atau 90,84 persen, dan anggaran Belanja Modal sebesar Rp1.453.255.635.753,40 dengan realisasi sebesar Rp1.355.281.481.660,00 atau 93,26 persen.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait