Loading...

Kabupaten Serang Urutan Pertama Angka Pengangguran di Banten, Pemkab Diminta Bertindak

Kabupaten Serang Urutan Pertama Angka Pengangguran di Banten, Pemkab Diminta Bertindak
Lalu lintas jalan di Kabupaten Serang, Banten. Foto: Uqel
Reporter: Uqel | Editor: Tama

TitikKata.com-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang menyebutkan tingkat angka pengangguran di Kabupaten Serang masih cukup tinggi. Diharapkan Pemkab Serang, mampu menciptakan lapangan kerja baru, guna menyerap lebih banyak angkatan kerja di wilayah Kabupaten. 

"Kinerja Pemerintah Kabupaten Serang yang memang seharusnya lebih bisa bekerja menekan angka pengangguran yang kita ketahui bahwa salah satu daerah dengan angka pengangguran tertinggi itu ada di Banten, Kabupaten Serang itu merupakan daerah yang ada di provinsi Banten," ujar Ketua HMI Cabang Serang Ari Opanda kepada Titikkata saat ditemui di Kota Serang pada Selasa (31/10/2023).

Selain angka pengangguran, praktik percaloan bagi pencari kerja masih ditemukan dan berharap adanya perhatian dari Pemkab Serang.

"Kemudian di satu sisi, banyak sekali isu-isu mengenai tentang bagaimana seseorang itu ingin masuk pekerjaan isu-isu populer yang sering kami dapatkan adalah ketika seseorang ingin bekerja di suatu perusahaan itu ada narasi tentang jual beli atau money politik agar bisa masuk dipekerjakan itu sendiri," katanya. 

Sementara itu, Kadisnakertrans Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami mengatakan, sesuai data BPS Provinsi Banten angka pengangguran di Kabupaten Serang mencapai 10,61 dari delapan Kabupaten/Kota lainnya Kabupaten Serang menjadi urutan pertama. 

"Angka pengangguran di Kabupaten Serang itu 10,61 berdasarkan data Sakernas bulan Agustus 2022 untuk tahun ini belum ada belum dirilis. Itu dari data BPS provinsi Banten, jadi dari 8 Kabupaten/Kota Kabupaten Serang di urutan pertama," katanya. 

Dikatakan Diana, pihaknya berkomitmen akan mengentaskan pengangguran di Kabupaten Serang dengan melibatkan seluruh OPD terkait serta organisasi kemasyarakatan.

"Kita harus menjalin kemitraan, kerjasama, harus bersinergi, karena tidak bisa pengangguran itu hanya dinas tenaga kerja saja tapi ada 9 OPD terkait kemudian ada instansi lain organisasi juga sangat mempengaruhi," pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait