Komisi VI DPR RI Pinta Layanan Transportasi Publik Lebih Ramah Lansia

Herman Khaeron, anggota komisi VI DPR RI @istimewa - Komisi VI DPR RI Pinta Layanan Transportasi Publik Lebih Ramah Lansia
Herman Khaeron, anggota komisi VI DPR RI @istimewa

Reporter: Rilis | Editor: Tama

TitikKata.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, meminta pelaku bisnis jaringan transportasi milik negara (BUMN) menyediakan layanan transportasi publik yang ramah terhadap  kelompok masyarakat Lanjut Usia (Lansia). Terutama menghadapi periode musim libur Natal tahun 2022 dan tahun baru 2023. 

Hal itu, ditegaskan Herman, saat rapat dengar pendapat (RDP) DPR RI bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Indonesia Ferry Utama PT ASDP (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, terkait kesiapan BUMN Transportasi dalam menghadapi Natal Tahun 2022 dan Tahun Baru 2023.

Dalam pendapatnya, dia mencontohkan layanan transportasi di sejumlah Bandara yang dinilai kurang ramah terhada kelompok lansia.  

 

"Sistem pergerakan ini juga harus ramah terhadap lansia. Kalau melihat bandara-bandara yang sekarang ada, sepertinya memang pergerakannya tidak dihitung sampai kepada bagaimana lebih mempersingkat pergerakan tersebut," ujar Herman, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (14/12/2022).

 

Untuk itu, pihaknya pun mendorong kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin menggunakan transportasi publik, terutama yang mengenakan mode pesawat terbang. "Bagi yang barangkali sudah tidak memungkinkan untuk (bisa) berjalan jauh, ini yang harus diperhatikan bahwa pintu exit setelah mereka keluar dari bandara ini harus lebih dipermudah, sehingga penumpukan tidak terjadi," jelas Politisi Partai Demokrat ini.

 

Lebih lanjut, Herman juga mengingatkan perlunya persiapan yang matang jelang Nataru. Sebab penumpukan pengguna jasa mungkin saja terjadi mengingat sudah memasuki liburan akhir semester bagi anak sekolah, serta banyaknya masyarakat yang menjadi jemaah umrah.

 

"Kemarin saya meminta dan direspon oleh Angkasa Pura II, bahwa ada area khusus dan gate khusus untuk yang umrah. Sehingga tidak bercampur baur akhirnya terkesan semakin crowd suasananya. Ini mungkin tinggal di Angkasa Pura I, saya kira menjadi masukan," pungkas dia. 


Baca Berita Menarik Lainnya Di Sini

Bagikan: