Menengok Gedung SD 'Burik' di Kabupaten Tangerang
TitikKata - "Tangerang Gemilang, Gedung Sekolahnya Malang" mungkin kutipan ini yang akan terlontar dari hati kita. Jika, kita menjadi murid, guru, atau mengunjungi langsung dan melihat kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Malangnengah l, Desa Malangnengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
Sebab, jika kita mendatangi sekolah yang berada tak jauh dari kawasan perumahan elit itu, maka bola mata akan disajikan pemandangan yang menyayat hati. Seperti yang diungkap Ardi, siswa kelas 4 kepada TitikKata, Senin (6/5/2024).
“Ledekannya tuh suka dikatain SDnya burik (jelek), karena SD ini udah lama, udah jelek, terus gimana gitu ya rasanya kalau lagi diledekin,” ujar Ardi sambil menatap Dika teman sebangkunya.
SD Malangnengah l tak sulit ditemukan, karena berlokasi di sisi Jalan Raya Parung Panjang, yang idientik dengan hilir mudiknya truk-truk besar peniup debu-debu.
Pada bagian depan, kombinasi pagar tembok paduan merah ungu dan pagar besi serta pintu gerbang setinggi kira-kira 1,5 meter berdiri membentengi sekolah.
Melewati pagar, pada sisi halaman sekolah atau lapangan, pandangan akan dicuri oleh penampakan kelas berteras penuh lubang, dihiasi jendela yang kacanya sudah berganti dengan kardu-kardus bekas, seolah memberi ucapan "Selamat Datang" yang getir.
Belum lagi, pada bagian belakang bangunan sekolah, beberapa bagian dinding tampak mulai rapuh, dimana terdapat retakan-retakan seperti membelah tembok menjadi dua bagian.
“Sedih tapi harus ya, terpaksa, mau gimana lagi,” menyambung perkataan teman sebangkunya Ardi.
Dika dan Ardi juga mengungkapkan, mereka hanya menghabiskan waktu belajar di kelas sekitar 2 jam, karena harus bergantian ruangan, dengan siswa kelas lain.
Tak sampai disitu, jangankan memiliki Perpustakaan, sanitasi yang nyaman atau bangunan mushola untuk beribadah layaknya sekolah standar Pemerintah.
Prasarana sekolah seperti meja dan kursi yang minim membuat siswa terpaksa berdesak-desakan berbagi meja dan kursi kala belajar. Bahkan, sebagian dari mereka terpaksa menulis dilantai kelas. Seperti ditegaskan Ardi.
“Rasanya engga enak, ngga nyaman, ngga bisa konsentrasi terus duduknya geh banyak yang berempat, bertiga, mejanya banyak keropos, berempat juga gara-garanya mejanya juga udah kotor rusak dan udah ngga bisa dipakek lagi,” keluhnya.
“Kadang juga kalau lagi masuk banyak, mejanya ngga kebagian suka duduk di keramik nulisnya,” sambungnya.
Senada dengan Ardi, Abas, salah seorang siswa menegaskan perihal terkait, kepada TitikKata saat tengah belajar disalah ruang satu kelas.
“(Abas ko duduknya ngga berdua?) Iya, engga. (kenapa?) Engga ada bangku, ngga ada meja,” ujar salah seorang anak yang ditemui saat KBM berlangsung, Senin (6/5/2024).
Disisi lain, kepala Sekolah SDN Malangnengah l, Nurlaelah mengaku pasrah. Pasalnya, sejak 2008 silam dan delapan kali pergantian kepala sekolah, pihak sekolah tak henti terus mengajukan permohonan bantuan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, meski tak membuahkan hasil.
Teranyar, kata Nurlaelah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, pernah berkunjung ke sekolahnya pada tanggal 12 Mei 2023 lalu dan menjanjikan relokasi. Namun, wacana itu batal oleh sebab berbagai kendala.
Setelah itu, pihak sekolah meminta diberikan solusi lain. Sayangnya, baik wacana pemindahan maupun renovasi gedung hingga kini tak ada kejelasan.
“Itukan rusaknya parah engga cukup sedikit gitu kalau mau ngerehab, harus rehab totalkan. Terus ini juga nih, ubin-ubinnya juga udah pada rusak. Masalah bantuan, kayak sanisek udah dua kali kita (ngajuin) mau tipe A ke mau tipe B ditolak karena kita engga punya tanah. Jadi sanisek aja kita ngga punya neng, kayak sekaranag walaupun ada bantuan sanisek kita tetep ngga ada sanisek. Mau di depan, kurang bagus upacara aja kita sempit,” katanya.
“Ya cepet-cept pengen pindah, supaya kita lebih nyaman anak-anak juga KBMnya belajarnya nyaman dan ini udah mau roboh ya apalagi kalau ujan banjir, bocor, banjir pasti karena ini pinggir jalan jalannya lebih tinggi dari sekolah,” pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS