Dengan Keterbatasan Nenek Sumiah Gigih Berjuang Memenuhi Kebutuhan Hidup
Titikkata.com-Sumiah, warga Kampung Kadu Hauk, Desa Cimanuk, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten, hidup dalam kondisi memerihatinkan. Jerat kemiskinan membuat nenek lanjut usia (lansia) harus hidup sebatang kara di rumah reot berdinding bilik anyaman babu bercampur material grc.
Ditemui TitikKata, Selasa (20/6/2023) di kediamannya, Sumiah, mengaku tetap semangat menjalankan kehidupan sehari-harinya yang berat. Wajar saja, diusianya yang telah mencapai 78 tahun, nenek Sumiah, harus tetap berjuang mengais rejeki guna memenuhi kebutuhan pangan hariannya untuk sekadar mengganjal perut agar tidak kelaparan.
Dia menceritakan setiap hari, dirinya harus berjalan jauh untuk menjual ikan asin yang dia peroleh dari sang anak yang saat ini tinggal di Panimbang, Panedeglang, jauh dari rumah reot yang ditinggali Sumiah saat ini. Tak hanya ikan asin dari hasil olahan sang anak, nenek Sumiah, juga kerap berkeliling kampung untuk menjual gorengan yang dibuat dari tangan tetangganya.
Sumiah, mengaku dari hasil berjualan gorengan dia mampu mengais rejeki antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu yang dipergunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan membeli beras.
"Tadi tea milik mah aya bae, aya anu masihan, kadang icalan karak meser baes, upah na aya Rp20 (ribu), aya Rp10, aya Rp15 ribu. Kumaha nyandak na, tara seer nyandak na berat (kalau milik mah ada aja, kadang ada yang ngasih, kadang jualan(goreng) buat beli beras. Upah (jualan) kadang Rp20 ribu, kadang Rp10 ribu, kadang Rp15 ribu, gimana ambil barang jualannya tapi gak banyak karena berat," lirih Sumiah di rumahnya, Selasa (20/6/2023).
Sumiah mengaku belum tercatat sebagai penerima bantuan apapun dari pemerintah dan berharap mendapat bantuan.
"Nanaen geh hoyong, kumaha batur bae, mun menang bantuan atuh Alhamdulillah, mun te aya tadi tea sabar jeng sabar, sabari ngadoa sugan aya milik ( apa saja bantuan mah mau kaya yang lain pada dapat, Alhamdulillah. Kalau gak dapat paling sabar saja, sambil ngedoa mudah-mudahan rezekinya," ungkapannya.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Desa Cimanuk, Sastra Irawan menjelaskan, jika Sumiah belum tercatat sebagai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Kami pastikan yang bersangkutan betul itu masuk ke data DTKS, mungkin kami akan turun ke lapangan melihat kondisi ibu Sumiah. Kita akan minta data kependudukannya dan foto rumah kita akan input ke data DTKS melalui aplikasi SIKS-NG," kata Sasta di kantornya.
Pihak Desa Cimanuk pun, berjanji akan mengusulkan Sumiah untuk mendapat bantuan dari pemerintah termasuk bantuan rumah tak layak huni (RTLH).
"Insyaallah kita akan diusulkan kalau layak dibantu, nanti kita anggaran di Musrembangdes 2024," tandasnya.
Simak Video: Pajak Hiburan Konser Coldplay Belum di Laporkan ke Bapenda DKI Jakarta, Pengamat: Harus Tagih
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS
