Penampakan Lubang Misterius di Proyek Bupati Tangerang Maesyal Rasyid
Titikkata.com – Mungkin masyarakat Kabupaten Tangerang sudah sangat terbiasa dengan lubang di jalan-jalan wilayah yang kini dipimpin oleh Maesyal Rasyid.
Tapi bagaimana dengan penampakan lubang pada pada salah satu ornamen tembok berelief kaligrafi yang terdapat di halaman Masjid Agung Al-Amjad Tigaraksa?
Entah untuk gaya atau ulah tangan-tangan jahil, sehingga membuat ornamen tembok yang dibangun dalam rangka penataan kawasan Masjid menjadi terlihat tak sedap di mata.
Padahal kegiatan penataan kawasan Masjid itu menelan biaya Rp9.825.680.000, melalui Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang, yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2025.
Maksud hati Bupati Tangerang Maesyal Rasyid ingin mempercantik wajah Masjid Agung Al-Amjad Tigaraksa ini patutlah mendapat apresiasi dan acungan dua jempol tangan.
Meski hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berpandangan sedikit berbeda, seperti dicatatkan dalam LHP BPK Nomor 22.A/B/LHP/DJPKN-V.SRG/PPPD.01/05/2026.
Menurut hasil audit BPK terdapat kekurangan volume pekerjaan, sehingga mengakibatkan kelebihan pembayaran Rp123.483.540,98, dimana belum diketahui nasib uang kelebihan pembayaran proyek itu.
Sementara, jika dilihat dengan mata tak berbusana, terdapat beberapa sarana baru, seperti 6 buah payung besar, 26 buah tiang lampu berwarna putih hitam, 5 buah ornamen tembok kaligrafi dan 7 tiang peneduh di area kawasan Masjid.
Lain BPK, lain pula warga pengunjung.
Seperti, Eftalika yang menilai sarana dan prasarana Masjid.
“Ya bagus aja si, tahun kemarin ya kalau ga salah itu adanya bareng sama payung itu. Kemarin mah pas baru-baru jadi liat ko aneh, kirain mau bikin perpustakaan kayak yang di Masjid Al-Azzom Kota (Tangerang) itu. Ternyata udah begitu doang, malah nyempitin tempat kalau kata saya,” ujarnya, Minggu (2/8/2026).
Ada pula Naini, warga Tigaraksa itu juga menyampaikan pandangannya terhadap penataan kawasan Masjid.
“Adem kalau payung-payung itu, tapi kalau tugu yang cokelat kaligrafi itu saya mah bingung buat apa? Soalnya kalau lagi ada kegiatan pengajian akbar gitu kan rame ya, sayang aja bisa buat ngegelar,” ujarnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS