Loading...

Polres Jakpus Tindak 170 Pelajar yang Terlibat Tawuran, Disdik DKI Jakarta Bakal Cabut KJP

Polres Jakpus Tindak 170 Pelajar yang Terlibat Tawuran, Disdik DKI Jakarta Bakal Cabut KJP
Pelajar terjaring operasi Polres Metro Jakarta Pusat. Foto: Fifiyanti
Reporter: Fifiyanti | Editor: Tama

TitikKata.com-Polres Jakarta Pusat bersama Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menindak ratusan pelajar yang terlibat tawuran berkedok konvoi bagi-bagi takjil dengan menggunakan kendaraan bermotor di wilayah Jakarta.

Adapun total pelajar yang ditindak sebanyak 170 pelajar, selain itu polisi juga menilang 80 kenderaan bermotor, lalu menyita 26 petasan dan mengambil 18 bendera yang digunakan saat konvoi.

Ditemui TitikKata di Balai Kota DKI Jakarat, Rabu (3/4/2024), Kapolres Metro JakPus Kombes, Susatyo Purnomo Condro mengatakan sejak awal Polres JakPus sudah melakukan pemantauan di beberapa titik lokasi tawuran.

"Kemudian penindakan kami lakukan di empat titik yang menjadi simpul bertemu lalu lintas, jadi itu yang pertama dari Jakarta Timur kami lakukan penindakan di Salemba, kemudian dari Jakarta Utara itu kami lakukan penindakan di pertigaan gunung sahari, kemudian untuk dari Jakarta Selatan kami lakukan penindakan itu di Bundaran HI, termasuk juga dari Jakarta Barat kami lakukan  penindakan di turunan atau flayover roxy. Dari empat titik ini kami lakukan penindakan, hasilnya adalah mereka membawa bendera, petasan dan termasuk juga daerah-daerah sebelumnya kemayoran juga sudah melakukan penindakan. Artinya bahwa kegiatan ini kami ingin membangun awareness bagi semua masyarakat, kami pemangku stacholder baik kepolisian, satpol PP, dinas pendidikan. Artinya masalah anak-anak adalah masalah kita semua. Tentunya yang terbaik untuk anak itu yang harus kita dahulukan," katanya.

Susatyo kemudian mengatakan dari 170 pelajar yang ditindak, terdapat dua pelajar yang positif narkoba.

"Terhadap dua yang positif narkoba saat ini masih di proses disatnarkoba untuk dilakukan rehab, kita ajukan untuk rehabilitasi dan semua sudah kami tes urin. Semoga kegiatan hari ini selain bagi siswa dan orang tuanya tetapi bagi masyarakat umum semua aware bahwa sudah cukup, banyak pelajar-pelajar yang harusnya berakhir sia-sia di jalan raya," katanya.

Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik DKI Jakarta, Purwosusilo mengatakan terdapat beberapa tindakan yang bakal dilakukan oleh Dinas Pendidikan, salah satunya mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP).

"Tindak lanjutkan berikutnya tadi sudah saya sampaikan bahwa kami mendidik anak-anak kita menjadi manusia yang bertanggungjawab, artinya berani berbuat berani bertanggungjawab. Kalau dari perbuatan yang mereka lakukan ternyata ada konsekuensi logis terkait dengan tata tertib sekolah ya harus berani menghadapi , termasuk juga terkait dengan kartu Jakarta pintar," katanya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait