Pra SPMB Disoal, Dewan Segera Panggil Dindikbud Banten Pastikan Kesiapan SPMB
Titikkata.com - Ketua Komisi V DPRD Banten, Ananda Trianh Salichan menerima keluhan masalah server saat pra Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang berlangsung sejak 20 April hingga 31 Mei 2026.
Politisi Golkar itu mendesak, Dindikbud Banten harus segera memperbaiki kapasitas server serta hindari titip menitip SPMB.
“Ada pro kontra, sistem SPMB ini harus bisa lebih baik lagi, masyarakat banyak keluhannya tidak bisa login terkait masalah pra SPMBnya,” ucap Ananda di gedung DPRD Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (4/6/2026).
“Jadi pra SPMB ini upaya untuk bisa menyelesaikan masalah administrasi siswa supaya saat pelaksanaan SPMB itu tidak keteteran, karena pengalaman tahun lalu kebayang satu hari itu ada berapa ribu orang tua siswa yang login di satu webiste yang sama sampai down, bahkan sekarang saja pra SPMB sudah down, ini jadi evaluasi kita,” sambungnya.
Ananda mengakui, pihaknya bakal memanggil Dindikbud Banten untuk memastikan kesiapan SPMB 2026.
“Apapun yang kita upayakan untuk menjadikan SPMB ini menjadi lebih baik lagi setiap tahun,” katanya.
Sementara,Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin mengklaim, tidak menemukan gangguan error pada server website Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA, SMK, SKH Negeri 2026.
“Saya rasa ngga ada masalah, saya kan selalu monitor ini jadi bukan (error,red), ketika anak mendaftar SPMB ada terjadi diupload segala macam pengisian itu banyak keliru,” terangnya dia.
Menurutnya, sebagian besar kendala muncul karena kesalahan pengumpulan data oleh calon peserta didik maupun operator sekolah. Kata dia, sistem otomatis menolak data yang tidak sesuai ketentuan.
“Misalnya nilai rapotnya angkanya 90, dia ngisi 94, terus 80 ngisi 90, sehingga terjadi penolakan di situ. Saya panggil panitia semua tolong saya minta yang menjadi keluhan masyarakat segera dan sementara ini belum ada keluh-kesah, sebetulnya di kami panitia biasa aja standar dan kami tahu ketika orang-orang yang rewel segala macam tidak nyaman tahun lalu dengan sekarang gitu aja sih,” jelasnya.
Dia menjelaskan, skema baru pra SPMB ini dirancang untuk meminimalisir kecurangan atau calo.
“Jadi kalau ada guru, masyarakat, ada siapa yang merasa pra SPMB ini merasa ribet, menurut saya dulu zona nyaman sekarang ini kita makai aturan pra SPMB ini supaya kita clean clear sesuai arahan Pak Gubernur tidak ada titip-menitip, sehingga yang dulunya zona nyaman sekarang pas dapat gini akhirnya mereka terusik, akhirnya munculin ini di tiktok, artinya pengalaman saya udah banyak yang begini udah saya laluin semua lah,” ungkapnya.
Jamaluddin juga memastikan, bakal selalu memonitor SPMB berlangsung, dan menerima aduan jika ada permasalahan teknis di lapangan.
“Saya ingin masyarakat itu semua puya hak yang sama daftar, semua sama ketika ada kendala-kendala, saya rasa itu wajar dalam arti orang tua masih baru belum paham begitu ya, tapi itu tetap dilayani oleh panitia,” tandasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS