Saat Si Jago Merah Lebih Siap daripada Armada Damkar di Kabupaten Serang
Titikkata.com - Api tidak pernah mengenal jadwal. Si Jago Merah bisa muncul kapan saja, di mana saja, dan ketika itu terjadi, yang dibutuhkan bukan sekadar sirene yang meraung, melainkan mobil pemadam kebakaran yang benar-benar bisa melaju.
Sayangnya, di Kabupaten Serang, urusan memadamkan api masih harus berkompromi dengan kenyataan yang cukup sederhana, tidak semua armada Damkar dalam kondisi siap tempur.
Saat ini, hanya lima unit mobil pemadam kebakaran yang dinyatakan berfungsi optimal. Sementara empat unit lainnya masih terbaring di bengkel, menjalani perawatan dan perbaikan.
Dengan kata lain, ketika api sibuk membesar, sebagian armada justru sedang sibuk memperbaiki diri.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengatakan, pihaknya sebenarnya telah berencana mengajukan pengadaan empat unit mobil Damkar baru.
Namun, rencana tersebut terbentur kondisi anggaran yang belum memungkinkan.
"Yang lima sudah berfungsi kembali, yang empat lainnya masih perawatan di bengkel, untuk yang lima berfungsi itu tiga unit ada di Mako damkar di tiga kecamatan, dua unit lainnya di kantor BPBD. Saya sih ngajuinnya pengennya sekali pengadaan sampai empat unit, mudah-mudahan sih dapat terealisasi ya," katanya, Jumat (25/6/2026).
Keinginan menambah armada itu bukan tanpa alasan. Kabupaten Serang memiliki wilayah yang luas dan terdiri dari 29 kecamatan.
Dalam situasi kebakaran, jarak menjadi persoalan tersendiri. Api tentu tidak akan menunggu mobil Damkar selesai diperbaiki. Ia juga tidak mengenal istilah antrean anggaran.
Namun, pengadaan empat armada baru pada 2026 tampaknya masih menjadi harapan yang harus menunggu realitas keuangan daerah.
Bahkan untuk 2027, Ajat mengaku belum bisa memastikan penambahan armada dapat dilakukan.
"Kita pun harus melihat kondisi keuangan yang ada, kita berharap tadinya ada pengadaan, kita sudah usulkan kalau ada informasi pengadaan ya tentu bagus, kalaupun tidak ada kita sudah siapkan juga usulan untuk rekondisi mobil Damkar," ujarnya.
Ajat mengaku, anggaran satu unit mobil Damkar ditaksir mencapai Rp2 miliar, apabila empat unit membutuhkan anggaran sekitar Rp8 miliar.
Sementara, jika melakukan rekondisi mobil nilainya mencapai Rp500 juta dan empat unit mobil rusak berarti sekitar Rp2 miliar.
"Kita sekarang fokus ke rekondisi saja karena kondisi keuangan, supaya bisa cepat memperkuat pos pos Damkar di kecamatan yang lain," paparnya.
Kata Ajat, idealnya satu pos Damkar untuk satu kecamatan memiliki satu mobil Damkar, yang artinya harus ada 29 mobil Damkar, supaya dapat menangani kebakaran dengan cepat.
"Idealnya sih 29 mobil Damkar untuk 29 kecamatan, bisa juga satu mobil Damkar tangani dua kecamatan berarti butuh sekitar 15 sampai 16 unit mobil Damkar," tuturnya.
Untuk kasus kebakaran di Kabupaten Serang, Ajat mengatakan, pertengahan September ini sudah ada 29 kasus paling banyak di Serang Timur, sedangkan bulan lalu pada Agustus terdapat 49 kasus kebakaran.
"Sebagian besar kebakaran lahan, yang dipicu oleh orang tidak bertanggungjawab ketika membakar sampah itu dibiarkan, hingga akhirnya api menyebar luas," pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS