Loading...

Tahun Ini Ribuan Honorer Pemprov Banten Minta Diangkat PNS

Tahun Ini Ribuan Honorer Pemprov Banten Minta Diangkat PNS
ASN Pemkot Tangerang Selatan. Foto: Ashri
Reporter: M.Jen | Editor: Tama

TitikKata.com-Ribuan tenaga honorer di lingkungan pemerintah Provinsi Banten menuntut kejelasan nasib pengangkatan jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2024.

Kepada TitikKata, ketua forum pegawai non PNS Banten (FPNPB) Taufik Hidayat saat ditemui di plaza aspirasi KP3B, Kota Serang, Selasa (23/1/2024) menjelaskan, sesuai amanat UU Nomor 20 tahun 2023 tentang ASN, penyelesaian tenaga honorer maksimal dilaksanakan sampai 31 Desember 2024.

“Total ada kurang lebih 16.787 honorer yang saat ini itu terdiri dari 5.050 mereka yang tidak terkonfirmasi tidak teriject database BKN, dan 11.737 itu untuk data yang sudah terkonfirmasi di database BKN. Berdasarkan amanat UU nomor 20 tahun 2023 berkaitan dengan penataan honorer, berharap teman-teman sampai dengan tanggal 31 Desember ini sudah bisa terakomodir semua atau terangkat menjadi PPPK atau CPNS, Karena sesuai amanat UU penyelesaian honorer ini sampai dengan 31 Desember 2024,” ujar Taufik.

Menurut Taufik, tenaga honorer sudah lama mengabdi bertahun tahun di intansi pemerintah, namun hingga saat ini nasibnya tidak jelas masih terkatung-katung.

“Kita sudah banyak yang dari 2005 juga ada, bahkan saya sendiri dari 2008 sudah hampir 16 sampai 17 tahun, kawan-kawan ini sudah banyak yang belasan tahun memang mengabdi di Pemprov Banten ini butuh kepastian dan kejelasan status jangan sampai kami terkatung katung lagi,” katanya.

Untuk itu, Taufik meminta komitmen Pemprov Banten  dalam menyelesaikan pengangkatan tenaga honorer menjadi ASN pada tahun 2024.

“Tahun ini kita difokuskan untuk yang sudah mengabdi saja, tidak dibuka untuk umum dengan presentasi 20 persen untuk kategori umum dan 80 persen untuk yang sudah mengabdi honorer,” tutur Taufik.

Sementara, Kepala Badan Kepegawiaan Daerah (BKD) Banten Nana Supiana mengklaim, pihaknya akan memprioritaskan tenaga honorer berdasarkan nilai pengabdian.

“Tidak ada diangkat secara otomatis tidak ada, semua harus melalui proses ujian. Tapi kan bijaksana pemerintah juga ada nilai pengabdian, itu yang tidak dimiliki oleh umum, dihitung betul nilai pengabdiannya berapa,” kata Nana.

Nana juga meminta, tenaga honorer tidak perlu khawatir, karena pemerintah masih mengalokasikan anggaran honorer di tahun ini. 

“Nggak usah khawatir tetap digaji disiapkan anggarannya. Gubernur juga komitmen tetap mengawal itu, jadi mereka tetap kerja, tetap dialokasikan anggarannya. Saya minta teman-teman tetap semangat sambil kita terus ikhtiarkan usulkan statusnya agar lebih baik,” tandasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait