Loading...

Cegah Stunting Pemprov Banten Punya 8000 Telur untuk 800 Bayi di Banten

Cegah Stunting Pemprov Banten Punya 8000 Telur untuk 800 Bayi di Banten
Pj Sekda Provinsi Banten, Tranggono @ M.Jen
Reporter: M.Jen | Editor: Tama

TitikKata.com - Pemerintah Provinsi Banten, mulai menyalurkan pemberian makanan tambahan berupa telur kepada 800 bayi yang ada di wilayah Banten, hal itu dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam mencegah terjadinya stunting kepada bayi-bayi di wilayah Provinsi Banten. 

Pj Sekda Provinsi Banten, M Tranggono mengatakan, pemberian telur untuk penderita stunting lebih dulu akan disalurkan di wilayah Serang. Rencananya, 8000 butir telur tersebut diberikan kepada 800 bayi yang berada di wilayah Serang. 

"Insya Allah hari ini, kita ada bantuan sebanyak 8000 telur. Kita bagi sekitar 800 bayi, kita akan berkunjung salah satu di Kecamatan di  Serang," ujar Tranggono kepada awak media di Kota Serang, Senin (20/2/2023).

Dia menuturkan distribusi telur untuk penanganan stunting di bagi secara merata di delapan kabupaten dan kota di Banten. Menurut dia, protein hewani seperti telur, susu, daging, ikan sangat efektif dalam mencegah anak mengalami stunting.

"Setelah 800 bayi bisa tertangani, tinggal 80 harinya, karena kan kita penanganan memberikan gizi selama 80 hari," ujar dia.

Untuk diketahui, berdasarkan survei status gizi Indonesia (SSGI), Kementerian Kesehatan menunjukan prevalensi balita stunting di Banten mencapai 20 persen pada 2022, dengan menempati peringkat ke 23 tertinggi secara nasional.

Terdapat 5 kabupaten dan kota di Banten dengan prevalensi balita stunting diatas rata-rata angka provinsi, sedangkan 3 kabupaten kota dibawah angka rata-rata prevalensi balita stunting Banten.

Kabupaten Pandeglang menjadi daerah dengan prevalensi balita stunting tertinggi mencapai 29,4 persen. Posisi kedua Kabupaten Serang dengan prevalensi balita stunting sebesar 26,4 persen, kemudian diikuti Kabupaten Lebak di urutan ketiga dengan prevalensi 26,2 persen.

Sementara, Kota Tangerang Selatan memiliki prevalensi balita stunting terendah di Banten, sebesar 9 persen. Disusul Kota Tangerang dengan prevalensi balita stunting sebesar 11,8 persen.

Berikut prevalensi balita stunting di Banten berdasarkan kabupaten dan kota di Banten pada tahun 2022.

Kabupaten Pandeglang: 29,4 persen

Kabupaten Serang: 26,4 persen

Kabupaten Lebak: 26,2 persen

Kota Serang: 23,8 persen

Kabupaten Tangerang: 21,1 persen

Kota Cilegon: 19,1 persen

Kota Tangerang: 11, 8 persen

Kota Tangerang Selatan: 9 persen. 

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait