Loading...

Ketum Asosiasi Digital Ekraf Serukan Tagar #IndonesiaAman

Ketum Asosiasi Digital Ekraf Serukan Tagar #IndonesiaAman
Ketua Umum Asosiasi Digital Ekonomi Kreatif, Muhammad Arbani. Foto: Istimewa
Reporter: Redaksi | Editor: Lani

Titikkata.com - Gelombang aksi massa yang terjadi sejak 25 Agustus 2025 di Gedung DPR RI hingga merambah ke berbagai daerah terus menjadi sorotan. Aksi yang awalnya bertujuan menyuarakan aspirasi rakyat berujung ricuh, bahkan menimbulkan kerusakan fasilitas umum.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi.

Dalam keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Minggu (31/8/2025), Prabowo menekankan bahwa penyampaian pendapat harus dilakukan dengan cara damai, tanpa perusakan maupun penjarahan.

“Penyampaian aspirasi itu hak rakyat. Tetapi harus dilakukan secara damai, tidak merusak fasilitas umum, dan tidak boleh ada penjarahan,” tegas Prabowo.

Di tengah situasi panas, masyarakat juga dihadapkan pada maraknya informasi palsu, hoaks, hingga konten deep fake yang menyebar luas. Hal ini semakin memperkeruh keadaan dan menimbulkan keresahan publik.

Ketua Umum Asosiasi Digital Ekonomi Kreatif, Muhammad Arbani, mengingatkan masyarakat agar tetap bijak dalam menerima informasi. 

Menurutnya, banyak aktor intelektual—baik dari dalam maupun luar negeri—yang berupaya memprovokasi bangsa melalui penyebaran isu menyesatkan.

“Saat ini hoaks, informasi menyimpang, hingga deep fake terus meluas dan berusaha memecah belah bangsa. Kita jangan sampai terprovokasi,” kata Arbani.

Lebih lanjut, Arbani mengajak masyarakat aktif membangun narasi positif di ruang digital. Ia menekankan pentingnya menyaring informasi sebelum membagikan ke media sosial atau grup pesan instan.

“Kalau ingin menyebarkan, sebarkan narasi positif. Kalau ingin diam, jangan sampai meneruskan berita yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.

Sebagai bentuk gerakan bersama, Arbani mendorong masyarakat pengguna media sosial untuk menggencarkan seruan #IndonesiaAman.

Menurutnya, langkah sederhana ini bisa memperkuat rasa persatuan dan menolak provokasi.

“Lebih baik kita jangan terpancing. Mari kita buat seruan ‘Indonesia Aman’ atau gunakan tagar #IndonesiaAman agar publik tidak mudah terhasut,” tegasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait